Dan pada malam-malam berikutnya, Nina rindu dengan aroma api dan erangan payah dari Joni. Tapi Joni tak ada dimana-mana. Tak ada yang mampu membayar lunas Rindu Nina kepada siapapun. Atau kepada apapun, kecuali pada aroma minyak tanah yang sedemikian candu baginya untuk mengingatkannya akan kenangan masa lalu.
Atas segala kenangan antrian tak kunjung henti, keluhan dari Ibu-Ibu rumah tangga setiap pagi, dan apapun yang membuatnya untuk enggan duduk dan pulang kembali.
Dan hingga hari ini, tak ada yang mampu menerangkan dengan pasti pada Nina bahwa Nina tak pernah rindu pada Joni. Nina selalu rindu pada aroma api terbakar samar-samar dari minyak tanah.