kalau kamu yang pulang hari ini adalah kamu yang sama dengan kamu yang pergi beberapa puluh hari lalu maka seharusnya kamu tahu bahwa aku takkan pernah menunggumu kembali pulang setelah diam-diam pergi di subuh hari dan kembali pulang setelah beberapa puluh hari kemudian.
tapi kamu yang hari ini pulang bukanlah kamu yang beberapa puluh hari lalu. kamu selalu datang lalu pergi lalu datang lalu pergi dan berganti kamu dengan kamu yang lain.
"berpergian selalu berubah manusia," ujarmu. keluhmu mungkin. aku hanya terdiam setiap kamu bercerita tentang trotoar dan udara yang penuh dengan riak dan ludah mengering.
mengapa pula aku harus memberitahukanmu kapan aku pergi dan kembali? tanyamu.
entah, jawabku.
guraumu membuatmu berujar:
"akhirnya toh aku pulang. apa bedanya aku berada dimana diantara pulang dan pergi?"
aku tak tahu, ujarku. sungguh aku tak tahu.
jadi kamu bisa saja saat ini berada di Sydney dan saat kamu membuka sandwich murahan di bangku taman kamu sebenarnya berpapasan dengan mantan kekasihku dulu yang sedang berada di Sydney juga.
atau kamu bisa saja sedang berada di Laomedeia dan aku tak tahu harus bagaimana kecuali mengirim pesan lewat radio dengan kecepatan nyaris sama dengan kecepatan cahaya di ruang hampa menanyakan apakah Neptunus tampak berbeda dengan yang selama ini kamu bayangkan di otakmu?
dan kamu pulang tak pulang pun aku tak tahu harus terus menunggu tak menunggu