Akan selalu hujan, ujar ibu
Karena itu ia tak peduli pada juni atau desember
Musim kemarau atau hujan
Indonesia atau Ethiopia
Minggu, 25 Desember 2011
Lampu
Matikan lampu, kita kan ke bulan sekarang
Sampaikan maafku pada sendal jepitmu, aku tak pernah cinta mereka
Lalu mereka akan memberitahukan diam-diam kepada bulan bahwa kau tak pernah cinta bulan
Lalu bulan akhirnya tahu bahwa tak pernah ada siapa cinta siapa kecuali aku dan engkau
Sampaikan maafku pada sendal jepitmu, aku tak pernah cinta mereka
Lalu mereka akan memberitahukan diam-diam kepada bulan bahwa kau tak pernah cinta bulan
Lalu bulan akhirnya tahu bahwa tak pernah ada siapa cinta siapa kecuali aku dan engkau
Hio
Siapa sangka kita serupa hio?
Sayang, dupa yang tampak semalam (asap yang sama kau hirup), semua adalah kita dalam sebaik-baiknya kita
Kita selalu berjalan keatas dan berpura-pura bahwa kita sedang terbang
Maka kita akan serupa petualang:
Saling mencintai satu sama lain namun jatuh cinta pada diri kita lebih tinggi
Kamis, 15 Desember 2011
Kutitipkan
Teman, aku takkan berkoar-koar seperti tetanga-tetanggamu
Aku ada di sini saat ini pun aku tak pernah tahu mengapa
Aku ada di sini saat ini pun aku tak pernah tahu mengapa
Tapi nanti saat aku mati, yang kutinggalkan bukan hanya namaku
Bukan hanya tanah, gumpalan awan diangkasa, butir-butir batu dipekuburan
Maka dari itu saat aku mati, kutitipkan mimpi-mimpiku
(Dan nanti saat kau terbangun kau menyangka ini adalah mimpimu padahal selama ini kamu hidup dalam mimpiku)
Langganan:
Postingan (Atom)