Selasa, 26 April 2011
Selamat malam, malam
Selamat malam, malam
ujarnya sendiri
mungkin kepada malam, mungkin ia sedang enggan berjalan sendiri dan menganggap malam teman yang paling baik
ia bisa hitam dan melupakanmu hari ini
namun ia memilih berjalan tidak sendirian malam ini dan menganggap malam datang kemudian terbang melayang lantas menghilang
ia rasa sunyi serupa candu yang membuatnya datang dan pergi walau tak pernah melangkah keluar dari tempat ini sedari tadi
Selamat malam, malam
Rabu, 13 April 2011
13
Setengah langkah dan ia masih saja berharap ucapanmu akan berubah
atau sekedar memegang tangan kasarmu sekali lagi
namun tetap saja malam memeluknya lebih erat
Kamis, 07 April 2011
Selamat malam
jadi malam ini dia duduk sendiri
dalam hati berharap setengah mati ada yang datang dan bertanya,
"Kenapa matahari tak pernah bosan terbit? Ah lupakan, kenapa kamu duduk dan diam saja sendiri?"
lalu dia akan mencintainya sepenuh hati
Rabu, 06 April 2011
Pejalan kaki
maafkan, ia lagi-lagi berdarah
ia selalu berada di sisi jalan yang salah, yang membuatnya bingung adalaha bukankah seharusnya pejalan kaki memang harus berjalan di sebelah kiri?
Senin, 04 April 2011
duduk berdua saja
mungkin ia duduk sendiri saja
mungkin bersama tuan
mungkin saja bersama Tuhan
namun tetap saja ia tak meminta apa-apa
mungkin Tuhan mendengar doanya namun enggan mengabulkannya,
pikirnya sendiri.
karena doa itu serupa minuman keras
saat anda mabuk tak ada bedanya apakah yang anda minum itu tuak ataukah arak
mungkin ia duduk berdua saja dengan Tuhan
tapi tetap saja ia lupa tak tahu haruskah berdoa atau tidak
ia rasa hidup seperti ini, doa tak membantu
ia enggan menyalahkan Tuhan, apalagi dirinya, karena itu ia tetap saja keras kepala. Membatu.
mungkin ia berdiri sedari tadi, siapa tahu?
ia lupa untuk menutup doanya, kemudian ia sadar dan bingung sejak kapan ia mulai berdoa
mungkin karena ia duduk berdua saja dengan Tuhan. Sedari tadi
Langganan:
Postingan (Atom)