Senin, 25 Oktober 2010
Mungkin juga tidak
Bukankah sudah kukirimkan salamku untukmu
melalui hembusan angin lembut yang memainkan rambutmu
atau kicauan burung-burung yang membuatmu bersyukur dapat hidup hari ini
lalu melalu sinar matahari membuai ramah wajahmu sampai kamu terkantuk-kantuk
mungkin juga tidak
melalui hembusan angin dingin kering sisa-sisa perjalanan mendaki bukit
atau kicauan burung-burung sekarat hampir mati karena polusi
atau mungkin sinar matahari yang terlalu terik menghanguskan semuanya
Jumat, 22 Oktober 2010
Kau curi hatiku
Sebenarnya kemarin saat kau curi hatiku aku sungguh-sungguh berharap bahwa takkan kau kembalikan dan akan kau simpan sampai mati
Karena itu saat kau kembalikan hatiku tadi siang (beberapa menit sesudah makan siang) aku tak tahu harus sedih atau bahagia
...hampir-hampir saja kumuntahkan seluruh makananku tadi...
Minggu, 17 Oktober 2010
Baru tiga hari
Baru tiga hari yang lalu kau datang dan bertanya padaku:
"Maukah kau kutitipkan hatiku? Lalu kita berdua saja bergandengan sambil berjalan walau di depan jalan berbatu?"
Saat itu aku menjawab, "Ah, aku tak tahu...."
Kemudian hari ini saat sudah benar-benar kutetapkan hatiku untukmu
Kuketuk pintumu perlahan dan dengan pakaian rapih kutunggu dirimu lalu kukatakan semuanya
Sayang kau hanya berkata,
"Maaf, sudah kutitipkan hatiku ke seseorang yang baru."
Maka saat itu juga aku benar-benar tak tahu siapakah yang salah. Aku ataukah dirimu
Senin, 11 Oktober 2010
Sederhana saja
Tadi pagi aku berdoa agar hari ini cerah, sederhana saja
aku tak tahu tentang urusan sejuta orang dengan cuaca
atau para petani yang membutuhkan hujan untuk bibit yang disemai
yang kupikirkan hanya cucianku yang mengendap tak bisa terjemur beberapa hari karena hujan
sederhana saja
Baru tadi siang aku berharap dosenku tidak masuk, sederhana saja
aku tak tahu tentang apakah ia memiliki keperluan dikampus
atau tentang perasaan teman-teman sekelasku yang ingin belajar
yang kupikirkan hanya aku sedang malas untuk kuliah
sederhana saja
Langganan:
Postingan (Atom)