Selasa, 17 Agustus 2010

Short farewell

Halo, selamat pagi/siang/malam Belakangan ini saya merasa kemampuan menulis puisi saya mulai hilang. Sedikit menyedihkan karena sebenarnya saya berharap bisa menulis puisi sampai tua. Mungkin karena keadaan. Saya sedang tak jatuh cinta, patah hati, berharap atau apapun. Saya sedang berpikir tentang sesuatu yang rumit namun tidak seromantis itu hingga bisa dipuisikan. Jadi ya begitu, saya tak bisa menulis puisi yang bahkan memenuhi standar saya (yang sudah amat sangat rendah itu) lagi. Jadi untuk sementara saya vakum dulu menulis puisi. Mungkin nanti jika saya jatuh cinta/patah hati/berharap saya bisa berpuisi lagi. Siapa tahu? Ah betapa puisi amat butuh perasaan. "Saya dulu menulis puisi tapi sudah tidak karena bosan bermain dengan perasaan."-Pram- nb:mungkin bisa melihat blog2 saya yang lain untuk jenis tulisan lain: http://rs-rs-rs.blogspot.com http://cersupen.blogspot.com

Senin, 16 Agustus 2010

Mencintaimu tak

Mencintaimu tak membuat lautan beku atau matahari padam mematikan sebatang lilin saat mati lampu pun tak bisa atau mendetum-detumkan genta yang akan penduduk satu kota panik menggeser beberapa angka 0 pada uang di saku ku pun tak bisa tapi tak mencintaimu, ah aku akan mati saat itu

Sabtu, 14 Agustus 2010

Diterkanya

Diterkanya hujan namun badai enggan datang begitu saja, dinyanyikannya lagu-lagu riang lalu habis terpanggang

Senin, 09 Agustus 2010

Laki-laki dan kota

Suatu hari ada lelaki dan kota Yang satu tidak lebih tua dari yang lain namun yang lain merasa lebih tua dan begitu selanjutnya Dan tentang cerita? Ah, kau bisa membuatnya sendiri bukan? Laki-laki itu berfikir tenang, "Bukankah tak pernah ada waktu sebelum aku lahir?" Sedang kota itu.... yah ia tak pernah berfikir Ia hanya diam dan nyala lampu taman di setiap penjurunya merupakan pertanda bahwa ia masih hidup Laki-laki itu menggeser kakinya perlahan. Untuk sejenak ia lupa bahwa ia tak bisa terbang Kota itu diam, selalu diam. Ia bahkan tak protes saat lelaki itu meludah sembarangan "Manusia mana yang tak bisa terbang?" ia berpura-pura untuk sekejap. Kota itu tak peduli. Toh masih ada jutaan laki-laki lain di sini

Senin, 02 Agustus 2010

Perasaan

Ia sudah bosan rupanya bermain dengan perasaan jadi ditinggalkannya puisi-puisi yang menggungung impian yang menyentuh langit, semuanya Hari ini hujan turun sederas-derasnya dalam hati ia enggan mengakui tapi ia merindukanmu