Halo, selamat pagi/siang/malam
Belakangan ini saya merasa kemampuan menulis puisi saya mulai hilang. Sedikit menyedihkan karena sebenarnya saya berharap bisa menulis puisi sampai tua.
Mungkin karena keadaan. Saya sedang tak jatuh cinta, patah hati, berharap atau apapun. Saya sedang berpikir tentang sesuatu yang rumit namun tidak seromantis itu hingga bisa dipuisikan. Jadi ya begitu, saya tak bisa menulis puisi yang bahkan memenuhi standar saya (yang sudah amat sangat rendah itu) lagi.
Jadi untuk sementara saya vakum dulu menulis puisi. Mungkin nanti jika saya jatuh cinta/patah hati/berharap saya bisa berpuisi lagi. Siapa tahu? Ah betapa puisi amat butuh perasaan.
"Saya dulu menulis puisi tapi sudah tidak karena bosan bermain dengan perasaan."-Pram-
nb:mungkin bisa melihat blog2 saya yang lain untuk jenis tulisan lain:
http://rs-rs-rs.blogspot.com
http://cersupen.blogspot.com
Selasa, 17 Agustus 2010
Senin, 16 Agustus 2010
Mencintaimu tak
Mencintaimu tak membuat lautan beku atau matahari padam
mematikan sebatang lilin saat mati lampu pun tak bisa
atau mendetum-detumkan genta yang akan penduduk satu kota panik
menggeser beberapa angka 0 pada uang di saku ku pun tak bisa
tapi tak mencintaimu, ah aku akan mati saat itu
Sabtu, 14 Agustus 2010
Diterkanya
Diterkanya hujan
namun badai enggan datang
begitu saja, dinyanyikannya lagu-lagu riang
lalu habis terpanggang
Senin, 09 Agustus 2010
Laki-laki dan kota
Suatu hari ada lelaki dan kota
Yang satu tidak lebih tua dari yang lain namun yang lain merasa lebih tua dan begitu selanjutnya
Dan tentang cerita? Ah, kau bisa membuatnya sendiri bukan?
Laki-laki itu berfikir tenang,
"Bukankah tak pernah ada waktu sebelum aku lahir?"
Sedang kota itu.... yah ia tak pernah berfikir
Ia hanya diam dan nyala lampu taman di setiap penjurunya merupakan pertanda bahwa ia masih hidup
Laki-laki itu menggeser kakinya perlahan. Untuk sejenak ia lupa bahwa ia tak bisa terbang
Kota itu diam, selalu diam. Ia bahkan tak protes saat lelaki itu meludah sembarangan
"Manusia mana yang tak bisa terbang?" ia berpura-pura untuk sekejap.
Kota itu tak peduli. Toh masih ada jutaan laki-laki lain di sini
Senin, 02 Agustus 2010
Perasaan
Ia sudah bosan rupanya bermain dengan perasaan
jadi ditinggalkannya puisi-puisi yang menggungung
impian yang menyentuh langit,
semuanya
Hari ini hujan turun sederas-derasnya
dalam hati ia enggan mengakui
tapi ia merindukanmu
Langganan:
Postingan (Atom)