Rabu, 29 Juli 2009

How I messed up the big time

I don't know what have I done wrong to you, I swear I really don’t know it. And how I supposed to know if you kept silence in that stupid way? Maybe you’re too busy with that word exhibition of yours, and I’m too lazy to question it. But I never get tired of waiting...

Selasa, 28 Juli 2009

Sendiri

Aku sendiri, lalu kau juga sendiri Tak bisakah kita jadikan semacam kebiasaan? Aku tahu sendiri itu memuakkan, aku merasakannya Dan kalau semua orang sendiri berarti kita sendirian bersama-sama kan?

Senin, 20 Juli 2009

Kembalinya melankolisme

Melankolisme tiba Datang perlahan lalu mendadak Seribu puisi

Bulan

"Bulan itu buta! Bulan itu buta!" Diamlah, aku sudah tahu "Bulan itu buta! Bulan itu buta!" Diamlah! Lagipula apa guna mata baginya? "Bulan itu buta! Bulan itu buta!" Demi Tuhan,diamlah! "...bulan itu..." Buta kan?

Lampu jalan

Lampu jalan itu tak pernah tahu Tentang siapa yang terus menerus diteranginya sepanjang malam Kadang anjing kudis Di kemudian hari merpati abu-abu Lalu esoknya dua buah Matahari

Rabu, 08 Juli 2009

Sstt

Menulis puisi tak pernah membantu apa-apa Aku sudah tahu, jadi berhentilah memberi tahu

Senin, 06 Juli 2009

Kau bunuh

Aku bisa terima kalah dari: Gelap, sunyi, atau pagi tak bermentari Tapi dari seorang pecundang lainnya?

Minggu, 05 Juli 2009

Akulah

Mulanya ada sesuatu Kemudian datang perlahan "Akulah suara hujan turun"

Kalau kau menyadarinya

Aku benci terhadap sesuatu/sebuah Kupikir-pikir aku lebih muak terhadap senjata *sayang, kurang sopan rasanya mencampur bahasa Indonesia, Inggris dan Jawa dalam satu puisi

Jumat, 03 Juli 2009

Menghitung satu sampai seribu

Tak ada yang mampu, mungkin tapi aku tak yakin Ada seseorang yang berkata (entah berada dimana ia saat ini) "Akan kuajarkan kau cara berhitung, tapi kau harus berani bermimipi...." Sembilan ratus sembilan puluh sembilan Dua kota hancur Tapi selama itu bukan kota kita takkan pernah peduli kan? Seribu