Selasa, 31 Maret 2009

Aku tak tahu

Ini tentang kau yang belajar tentang cinta Lalu apa? Menghajar hari dan terus mengiba? Tentang seseorang yang tertawa gembira Disandirkan harapan tentang segenggam merica Lalu sedih kemudian terluka Tentang kau yang sedih kala maut meraja Terhimpit manusia lalu putus merenggang nyawa Dan kau berduka Ini tentangmu, tentangku Yang berharap kebahagian yang tak semu Dan kau yang kelak menerima cintaku? Aku tak tahu....

Tentang seorang gadis

Dan ada seorang gadis Yang mencuri hati kemudian tertawa meringis Menertawai hari, lalu apa? Terbata saat mengucapkan... Ini tentangmu dan keindahanmu Yang belajar mengeja cinta, jangan kau ucap ambigu

Rabu, 25 Maret 2009

Menembak burung kenari

Ditinggalkan olehmu akhirnya Tentang impian masa kecilmu Kau berkata "Masa lalu tinggallah masa lalu" Ketapel usang yang sebenarnya bosan kau gunakan Sepasang sendalmu Semuanya Tapi sekali-kali rindu juga Menembak mati burung kenari

Sabtu, 21 Maret 2009

Tentang

Kutub utara tak perlu tahu tentang luasnya Yang perlu kita tahu Beku

Berlabuh

Aku tak tahu ada dimana cinta sebelumnya Kemudian ia datang menjelang Lalu mendadak dunia sunyi Hanya suaramu yang terdengar

Kamis, 19 Maret 2009

Semestinya tak pernah perlu ada kata untuk cinta

Saat bersamamu Ra, mendadak terlupa olehku Tentang waktu Tentang aku Tentang semu... Akhirnya kau berseru padaku malam itu Ra, "Pulanglah, aku muak dengan semua-muamu!" Saat aku berhias sebaik-baiknya dihadapanmu Hanya untukmu Ra! Semestinya tak pernah perlu ada kata untuk cinta

Rabu, 18 Maret 2009

Terdiam dalam sunyi

Aku tertegun dan mencoba untuk menulis Namun yang terbayang dalam pikiranku hanya: Kamu Apa yang bisa kupuisikan? *Seret ide

Kamis, 12 Maret 2009

Terputus

Menyedihkan memang kau tak bisa menikmati senja hari ini Kau termenung sendiri dan melupakan uluran tanganku Hei tapi aku selalu memiliki matahari Menyedihkan memang kalau kau tak pernah bisa menikmati hembusan angin di motorku Tapi hei hei...

Rabu, 04 Maret 2009

Pada suatu

Pada saat-saat seperti ini aku bersyukur dapat: Hidup, bernafas, ada...

Senin, 02 Maret 2009

Saat sendiri

Kami adalah malam-malam sunyi Yang kau habiskan saat kau duduk Sendiri Mencoba berpikir Lalu tersungkur tak terbujur Kau kemudian mencoba untuk menyalahkan Tuhanmu, keadaanmu, sekelilingmu tapi tak pernah Dirimu Kau berteriak dalam sunyi Dan berharap ada yang mendengar walau kau muak Kau tak ingin ada yang melihatmu menangis Kau duduk dan menangis pada akhirnya Dan tak tahu kenapa kau menangis Apa yang ditangisi Sampai kapan Dan hanya ada kata-kata hanya Kau terpekik kaget "Jadi untuk ini kah semua ini?" Kau lagi-lagi menyalahkan Tuhanmu, keadaanmu, sekelilingmu Tapi dalam hati kau sadar Kau kemudian menghina Dirimu Dirimu Dirimu *Untuk Ia